Ahad, 9 Februari 2020

Bagaimana Cara Menaklukan Hati Anak Kecil

Menaklukan hati anak kecil memang susah. Apalagi untuk orang yang gak suka anak-anak atau orang yang pemarah. Berdasarkan pengalaman pribadi, saya akan kasih tahu bagaimana caranya supaya kita bisa dekat dengan anak-anak.

Mengapa susah menaklukan hati anak kecil? Karena anak kecil lebih menganggap kita sebagai teman, sementara kita menganggap mereka seperti anak-anak. Terjadi perbedaan pandangan dari sini. Kedua, anak kecil tidak suka dimarahi. Untuk para remaja seperti kita ini, lagi mudah-mudahnya kita untuk gampang marah.

Hal ini disebabkan oleh kita yang sudah merasa dewasa, sehingga mempunyai pikiran untuk bisa mengatur pribadi orang lain, terutama yang lebih muda daripada kita. Sebenarnya masih banyak banget analisis tentang hal ini, tapi kita langsung ke cara untuk mengatasi masalah ini, ya… Let’s check these out!

SESUAIKAN TINGGI BADAN

Saat berhadapan dengan mereka, lebih baik kita sesuaikan tinggi badan kita dengan mereka. Maksudnya, saat mereka dalam posisi berdiri, kita dalam posisi berlutut.

Dengan demikian tubuh kita dan mereka hampir sejajar. Kalau mereka sedang duduk di kursi, ikut duduk di kursi atau boleh juga berlutut.

Kalau mereka duduk di lantai, ikut duduk di lantai atau ajak mereka duduk di kursi. Dengan posisi tubuh yang sejajar inilah, mereka cenderung merasa kita adalah teman mereka, tanpa ada unsur senioritas.

ANGGAP MEREKA TEMAN

Kadang sukar banget nganggap mereka teman kita. Habis gimana, ya? Soalnya cara mereka bicara, cara mereka berperilaku itu lo, yang kekanak-kanakkan dan nggak cocok untuk kita. Eh, betul dong. Namanya anak-anak ya pasti kekanak-kanakkan. Kalau tidak cocok dengan kita, ya, kita cocokkin aja.

Menyelaraskan! Adalah hubungan terpenting antara kita dengan mereka. Maksudnya? Coba tiru gaya mereka saat kita berbicara dengan mereka. Maksudnya gaya mereka berbicara, bukan berdandan. Kalo mereka punya suara cempreng, ya cemprengin. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, asal jangan lebay alias berlebihan.

Saat mereka curhat tentang apa saja, dengarkan. Berikan tanggapan. Untuk kalimat terakhir ini dibahas di nomor 3, ya!

BERIKAN TANGGAPAN ATAS CURHATAN

Tanggapan yang kalian berikan jangan disamakan dengan teman sebaya kalian. Tanggapannya yang ringan-ringan aja.

Contohnya, wah masa? Hebat banget! Wah, aku boleh coba tidak? Adik beli dimana, keren banget! Dan lain-lain. Dengan demikian setidaknya ada perasaan bangga terbersit di diri mereka. Berikan juga solusi yang ringan, contohnya: Kalau begitu, adik jangan sedih lagi. Pasti Tuhan bakal bales perbuatannya. Jangan dibales, ya. Biar Tuhan yang bekerja.

 Jangan sampai yang kita katakan sulit dicernanya, contohnya: Jangan dimasukkin ke hati, ya, Dik. Mereka bakal bingung dengan apa yang kita katakan *_^.

BERIKAN TANGGAPAN ATAS HASIL KERJANYA

Maksudnya adalah, kalian diminta untuk memuji hasil karyanya. Meskipun terlihat kurang bagus bagi kalian, itu adalah hasil yang terbaik yang ia berikan. Tak lupa, beri juga ide kalian.

Contohnya: Ini gambar kamu, dek? Wah, bagus banget! Kakak suka, deh. Tapi, gimana kalau warnanya ini diganti pink, jadi biar keliatan cerah. Kalau hitam nanti kurang kelihatan gambar yang ini… Selain memberikan ide, tunjuk gambar yang mana yang kalian maksud. Supaya dia nggak salah sangka. ^_^

JAWAB PERTANYAAN MEREKA DENGAN JAWABAN YANG MUDAH DIMENGERTI

Jawaban yang diberikan nggak perlu masuk di akal kita, tapi cukup masuk akal bagi mereka. Jangan lupa juga jawabannya harus yang mudah dimengerti.

Contohnya: Kalau dia tanya, Kenapa ya, tiba-tiba aku bisa lahir dari perut mama? Jawaban yang kita berikan : Jadi gini, awalnya, Tuhan menciptakan adik, lalu menyimpannya di perut mama. Karena adik masih sangat kecil dan lemah, jadi sama Tuhan disimpan dulu di perutnya mama. Kalau adik sudah besar dan kuat, perut mama nggak cukup lagi. Jadi adik pun keluar. Soalnya adik sudah kuat, nggak perlu di perutnya Mama lagi.

Terus kalau dia balas, Tapi kenapa harus di perut? Di kepala atau di kaki juga bisa, kan? Kalian cukup jawab, “Karena perutnya mama itu aman. Kalau di perut, Mama bisa lebih hati-hati membawa kamu supaya tak terluka. Lagi pula, kalau kaki nanti Mama keberatan, susah jalan, deh. Begitupun kalau kepala.

Berikan jawaban yang sebisa mungkin dimengerti olehnya.

Nah, teman-teman sudah tahu, kan? Caranya supaya kita bisa dekat dengan anak kecil? Nggak keberatan lagi, deh, kalau disuruh Mama jagain adek *_^. Oke, cukup sekian, ya. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Load comments